Showing posts with label motivation. Show all posts
Showing posts with label motivation. Show all posts

Jiwa yang Selalu Merasa Kaya

Tetangga yang memiliki mobil baru, rekan seprofesi yang kariernya cepat menanjak, teman kuliahyang rata-rata sukses, tak terasa menimbulkan benih-benih kedengkian dalam hati. Setan lalu membisikkan khayalan dan angan-angan lebih jauh lagi. Padahal ada begitu banyak nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.

Anak-anak yang cerdas dan penurut, rumah tangga yang tenang dan tentram, pekerjaan yang halal, adalah anugerah Allah yang patut disyukuri. Namun kita begitu sering
melupakan nikmat yang Allah berikan itu dan lebih suka membandingkannya dengan
orang lain, padahal mensyukuri nikmat akan menambah besarnya nikmat itu sendiri.
Mengapa tidak bersikap qona'ah saja dengan skenario Allah? Sebab Allah-lah yang
lebih mengerti akan kebutuhan kita.

Jika Allah tidak memberi harta berlimpah kepada kita, itu bisa jadi karena kita yang belum siap. Allah tidak ingin kita menjadi pribadi yang sombong dan takabbur. Allah tidak
ingin kita menjadi seperti Fir'aun dan Qorun yang mengkufuri nikmat. Jika Allah
belum memberi kita kedudukan yang baik dalam karier, itu mungkin karena Allah
masih menganggap kita belum mampu memegang amanah, yang justru malah akan
menjatuhkan kita.

Jadi, mengapa harus muncul benih-benih kedengkian? Toh semuanya sudah diatur oleh
Allah dengan seadil-adilnya dan seproporsional mungkin. Kita tinggal berusaha
dan menjalaninya dengan lapang dada, tak perlu muncul keluh kesah apalagi murka.
Kedengkian hanya akan membuat hati kita selalu gelisah dan akan menghilangkan
kebaikan seperti api yang melalap kayu bakar. Hati kita akan terus menerus merasa tidak puas, terombang-ambing oleh perasaan ketidak-adilan semu. Akhirnya depresi yang terjadi, dan kita sendirilah yang rugi.

Mari renungkan sabda Rasulullah shalallahu alaihi wa salam berikut ini: "Orang yang kaya bukanlah dengan harta benda akan tetapi orang yang kaya adalah kaya jiwa" (HR Syaikhani dari Abu Hurairah). Maka kekayaan yang hakiki adalah kaya jiwa, dalam arti
tidak tamak apa yang ada pada orang lain, tamak terhadap harta, jabatan, kemasyhuran atau wanita yang dimiliki oleh orang lain.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada
golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai
mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal."
(Thaha: 131)

Jiwa yang kaya merasa yakin bahwa rezekinya akan datang seperti janji Allah: "Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya…" (al-Hud: 23) sehingga hatinya merasa tenang dan tentram, tidak bermusuhan dengan orang lain hanya karena masalah dunia.

Seperti jawaban Hatim al-Asham yang suatu hari ditanya, "Atas dasar apa engkau bertawakkal dalam masalah ini?" Beliau menjawab, "Atas empat hal: aku tahu bahwa rizkiku tidak akan dimakan oleh seseorang, karena itu hatiku tenang, aku tahu bahwa amalku tidak akan pernah dilakukan oleh seseorang, karena itu aku sibuk dengannya, aku tahu bahwa kematian akan datang dengan tiba-tiba, karena itu aku mempersiapkannya, dan aku tahu bahwa aku selalu ada dalam pengawasan Allah, karena itu aku malu kepada-Nya."

Atau seperti jawaban 'Ali bin Abi Thalib ketika dimintai pendapat, "Wahai Abul Hasan,
terangkanlah sifat dunia kepada kami!" Lalu beliau berkata, "Dengan ungkapan
yang panjang atau pendek?" Mereka berkata, "Dengan ungkapan yang pendek saja."
Beliau berkata, "Yang halal dari dunia pasti akan diperhitungkan sedangkan yang
haram darinya adalah bekal yang menjerumuskan ke Neraka."

Begitulah prinsip kehidupan yang mereka jalani, yang bisa menjadi pelepas dahaga bagi
jiwa-jiwa yang kering dan tamak. Prinsip hidup yang datang dari hati yang selalu
merasa cukup dengan apa yang Allah berikan. Prinsip yang semoga mampu menggedor
pintu kesadaran jiwa kita yang kini hanyut pada ambisi-ambisi dunia, jiwa yang
selalu menuruti keinginan hawa nafsu.

Mampukah kita menerapkannya....

Mengeluh

Mengeluh

Sebuah kata sederhana yang mungkin jarang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi seringkali kita praktekkan langsung baik secara sadar maupun tidak sadar. Beberapa waktu lalu saya berkumpul dengan teman-teman lama saya. Seperti biasanya kami membicarakan mengenai pekerjaan, pasangan hidup, masa lalu, dan berbagai macam hal lainnya.

Setelah pulang saya baru tersadar, bahwa kami satu sama lain saling berlomba untuk memamerkan keluhan kami masing-masing seolah-olah siapa yang paling banyak mengeluh dialah yang paling hebat.
"Bos gue kelewatan masa udah jam 6 gue masih disuruh lembur, sekalian aja suruh gue nginep di kantor!"
"Kerjaan gue ditambahin melulu tiap hari, padahal itu kan bukan "job-des" gue"
"Anak buah gue memang bego, disuruh apa-apa salah melulu".
Kita semua melakukan hal tersebut setiap saat tanpa menyadarinya.

Tahukah Anda semakin sering kita mengeluh, maka semakin sering pula kita mengalami hal tersebut. Sebagai contohnya, salah satu teman baik saya selalu mengeluh mengenai pekerjaan dia. Sudah beberapa kali dia pindah kerja dan setiap kali dia bekerja di tempat yang baru, dia selalu mengeluhkan mengenai atasan atau rekan-rekan sekerjanya.

Sebelum dia pindah ke pekerjaan berikutnya dia selalu ribut dengan atasan atau rekan
sekerjanya. Seperti yang bisa kita lihat bahwa terbentuk suatu pola tertentu yang sudah dapat diprediksi, dia akan selalu pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan berikutnya sampai dia
belajar untuk tidak mengeluh.

Mengeluh adalah hal yang sangat mudah dilakukan dan bagi beberapa orang hal ini menjadi suatu kebiasaan dan parahnya lagi mengeluh menjadi suatu kebanggaan. Bila Anda memiliki dua orang teman, yang pertama selalu berpikiran positif dan yang kedua selalu mengeluh, Anda akan lebih senang berhubungan dengan yang mana? Menjadi seorang yang pengeluh mungkin bisa mendapatkan simpati dari teman kita, tetapi tidak akan membuat kita memiliki lebih banyak teman dan tidak akan menyelesaikan masalah kita, bahkan bisa membuat kita kehilangan teman-teman kita.

Yang menjadi pertanyaan adalah mengapa kita mengeluh? Kita mengeluh karena kita kecewa bahwa realitas yang terjadi tidak sesuai dengan harapan kita. Bagaimana kita mengatasi hal ini.

Caranya sebenarnya gampang-gampang susah, kita hanya perlu bersyukur.
Saya percaya bahwa di balik semua hal yang kita keluhkan PASTI ADA hal yang dapat kita
syukuri.

Sebagai ilustrasi, Anda mengeluh dengan pekerjaan Anda. Tahukah Anda berapa banyak jumlah pengangguran yang ada di Indonesia ?
Sekarang ini hampir 60% orang pada usia kerja produktif tidak bekerja, jadi bersyukurlah Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan. Atau Anda mengeluh karena disuruh lembur atau
disuruh melakukan kerja ekstra. Tahukah Anda bahwa sebenarnya atasan Anda percaya kepada kemampuan Anda? Kalau Anda tidak mampu tidak mungkin atasan Anda menyuruh Anda lembur atau memberikan pekerjaan tambahan.

Bersyukurlah karena Anda telah diberikan kepercayaan oleh atasan Anda, mungkin dengan Anda lebih rajin siapa tahu Anda bisa mendapatkan promosi lebih cepat dari yang Anda harapkan.

Bersyukurlah lebih banyak dan percayalah hidup Anda akan lebih mudah dan keberuntungan
senantiasa selalu bersama Anda, karena Anda dapat melihat hal-hal yang selama ini mungkin luput dari pandangan Anda karena Anda terlalu sibuk mengeluh.

Try it now:
1. Bersyukurlah setiap hari setidaknya satu kali sehari.
2. Bersyukurlah atas pekerjaan Anda, kesehatan Anda, keluarga Anda atau apapun yang dapat Anda syukuri. Ambilah waktu selama 10-30 detik saja untuk bersyukur kemudian lanjutkan
kembali kegiatan Anda.
3. Jangan mengeluh bila Anda menghadapi kesulitan tetapi lakukanlah hal berikut ini. Tutuplah mata Anda, tarik nafas panjang, tahan sebentar dan kemudian hembuskan pelan-pelan dari mulut Anda, buka mata Anda, tersenyumlah dan pikirkanlah bahwa suatu saat nanti Anda akan bersyukur atas semua yang terjadi pada saat ini.
4. Biasakan diri untuk tidak ikut-ikutan mengeluh bila Anda sedang bersama teman-teman yang sedang mengeluh dan beri tanggapan yang positif atau tidak sama sekali. Selalu berpikir positif dan lihatlah perubahan dalam hidup Anda.
5. "Semakin banyak Anda bersyukur kepada Tuhan atas apa yang Anda miliki, maka semakin banyak hal yang akan Anda miliki untuk disyukuri."

Dua Pedagang Permen

Dua Pedagang Permen

Kisah ini pernah cukup populer tetapi saya sendiri tidak
ingat lagi di mana untuk pertama kalinya kisah itu saya baca. Konon, di
suatu jalan di depan sekolahan terdapat dua toko permen. Keduanya menjual
jenis-jenis permen yang persis sama. Tetapi toko yang satu selalu pernuh
dengan anak-anak yang berebutan membeli permen. Toko lainnya hampir tidak
ada pembelinya. Para calon salesmen atau SPG disuruh mengamati mengalami
sampai terjadi gejala aneh seperti itu.

Sebagai hasil pengamatan ternyata pemilik toko yang ramai itu sangat
pintar aritmatika dalam hal tambah menambah. Sedangkan pemilik toko yang
lainnya juga sangat pintar aritmatika tetapi dalam hal kurang mengurang.

Pemilik toko permen yang ramai itu selalu mulai menimbang
dalam dengan jumputan kecil. Kemudian ia terus menambahkan permennya
sehingga dacingnya seimbang. Setelah seimbangpun ia masih menambahkan pula
satu dua permen sehingga dacingnya berat ke sebelah permen daripada ke
sebelah batu timbangan.

Sebaliknya pemilik toko yang lain selalu mulai dengan sejumputan besar
permen. Kemudian ia mengurangi permen itu sedikit demi sedikit sampai
akhirnya dacingnya seimbang.

Selain daripada itu penjual permen yang murah hati itu juga murah
senyum, senang bercanda, sehingga langsung disukai anak-anak. Lawannya
seorang yang kikir senyum, bermata curiga dan bermulut kerang.

Ternyata pemilik toko yang satu memahami benar psikologi
anak kecil. Anak-anak itu gembira setiap kali menyaksikan permennya
ditambah dan ditambah. Bahkan sudah setimbangpun masih diberi kelebihan
pula. Sedangkan lawannya kurang memahami psikologi anak kecil. Mereka
melihat permen pada awalnya begitu banyak. Tetapi setiap kali dikurangi
hati mereka menjadi ciut dan semakin ciut. Walaupun akhirnya dacingnya
setimbang tetapi kesan setiap kali permennya dikurangi itu terus membekas
di hati anak-anak. Sama sekali tidak ada kegembiraan berbelanja di sana .
Sebaliknya di toko yang lain itu selain sudah seimbang masih diberi
tambahan bonus lagi beberapa butir permen.

Bagi saya filosofi pedagang permen yang laris itu bukan sekedar masalah
memahami psikologi anak saja. Ia mengajarkan kepada
saya bahwa nilai kemurahan hati lebih baik dan sekaligus lebih
menguntungkan dibandingkan dengan nilai keadilan yang normatif.
Kapanpun dan di manapun orang lebih menyukai dan menghargai kemurahan hati
dibandingkan dengan keadilan. Hal ini juga berlaku dalam manajemen.
Perusahaan yang murah hati dalam ' social benefits ' ternyata lebih
dicintai oleh para karyawannya. Mereka mengalami turn over karyawan yang
lebih rendah dibandingkan perusahaan yang membayar pas menurut
syarat-syarat UMR.

Bahkan seandainya upah nominal resmi mungkin lebih kecil sedikit
dengan perusahaan-perusahaan lainnya mereka memilih untuk tidak pindah
kerja. Ada kelompok perusahaan besar yang memberikan tunjangan kendaraan
kepada para karyawannya selepas mereka bekerja sekian (misalnya tiga)
tahun. Entah itu berupa mobil, sepeda motor atau sekalipun hanya sekedar
sebuah sepeda bagi para karyawannya (tukang sapu, janitor, OB dsb) tetapi
ada suatu kepastian. Kepastian ini yang sangat dihargai oleh para
karyawannya. Kemudian setelah mereka bekerja sekian (misalnya lima atau
enam) tahun pasti diberikan tunjangan perumahan. Sekalipun itu merupakan
kredit KPR atau RSS atau hanya
dalam bentuk kaveling tanah 15 M2 sekalipun. Yang menarik karyawan adalah
kepastian mendapat tunjangan fisik perumahan itu sendiri.

Demikian pula tentunya dengan kepastian fisik lainnya seperti saham
kosong, kepemimpinan pada anak perusahaan, dana pensiun, dana ziarah dsb.

Kisah sederhana dua pedagang permen itu juga memberikan
inspirasi tentang perang gerilya dalam pemasaran produk. Dalam kasus
seperti yang pernah saya alami di mana kami harus bersaing dengan produk
impor juga demikian. Kita mengalami "absolut disadvantages" atau bahasa
sederhananya situasi kalah total. Situasi mentimun lawan durian di pasar.
Sama seperti gerilyawan melawan pasukan konvensional, jadi harus
pintar-pintar mencari akal bulus dan harus menang cerdik.

Dalam hal ini analogi dengan pedagang permen tadi diibaratkan posisi kuat
pesaing itu sebagai batu timbangan. Sedangkan kemampuan kreativitas
sendiri sebagai jumputan permen. Kemenangan hanya ditentukan oleh butir
permen terakhir yang membuat sisi permen lebih berat dibandingkan dengan
sisi batu timbangan. Karena perusahaan kecil tidak mampu memberikan
service ' serba wah ' (batu besar) kepada para pelanggan maka strateginya
harus memperbanyak batu kerikil (atau permen) sehingga piring dacingnya
/njomplang.

Dalam "corporate social responsibility" kemenangan ditentukan oleh service
kecil terakhir yang diberikan kepada para pelanggan. Entah cuma berupa
perbaikan atap sekolah SD di dekat pabrik, memperbaiki jembatan, mengaspal
jalan, menambah lampu jalan,
mensupply air bersih gratis kepada surau terdekat, dsb.

Intinya sebenarnya sederhana saja. Berikan kepada konsumen
service berupa apa yang mereka dambakan dan bukannya apapun yang kita
ingin berikan kepada mereka. Dalam pergaulan sosial juga demikian.

Madu yang kita tawarkan bila tidak diinginkan akan dianggap tidak
berbeda dengan racun. Sebaliknya bila yang diinginkan hanya sekedar tempe
bacem dan sayur asem, maka steak yang kita tawarkan dengan gratis juga
akan kurang diapresiasi.

Ungkapan Sederhana Untuk Istri Tercinta




Bila malam sudah beranjak mendapati Subuh, bangunlah sejenak. Lihatlah istri
Anda yang sedang terbaring letih menemani bayi Anda. Tataplah wajahnya yang
masih dipenuhi oleh gurat-gurat kepenatan karena seharian ini badannya
tak menemukan kesempatan untuk istirah barang sekejap, Kalau saja tak ada air
wudhu yang membasahi wajah itu setiap hari, barangkali sisa-sisa kecantikannya sudah tak ada
lagi.


Sesudahnya, bayangkanlah tentang esok hari. Di saat Anda sudah bisa merasakan betapa segar
udara pagi, Tubuh letih istri Anda barangkali belum benar benar menemukan kesegarannya.
Sementara anak-anak sebentar lagi akan meminta perhatian bundanya, membisingkan telinganya
dengan tangis serta membasahi pakaiannya dengan pipis tak habis-habis. Baru berganti pakaian,
sudah dibasahi pipis lagi. Padahal tangan istri Anda pula yang harus mencucinya.


Di saat seperti itu, apakah yang Anda pikirkan tenang dia? Masihkah Anda memimpikan tentang
seorang yang akan senantiasa berbicara lembut kepada anak-anaknya seperti kisah dari negeri
dongeng sementara di saat yang sama. Anda menuntut dia untuk nenjadi istri yang penuh
perhatian, santun dalam bicara, lulus dalam memilih kata serta tulus dalam menjalani tugasnya
sebagai istri, termasuk dalam menjalani apa yang sesungguhnya bukan kewajiban istri tetapi
dianggap sebagai kewajibannya.


Sekali lagi, masihkah Anda sampai hati mendambakan tentang seorang perempuan yang sempurna,
yang selalu berlaku halus dan lembut? Tentu saja saya tidak tengah mengajak Anda membiarkan
istri kita membentak anak-anak dengan mata membelalak. Tidak. Saya hanya ingin mengajak Anda
melihat bahwa tatkala tubuhnya amat letih, sementara kita tak pernah menyapa jiwanya, maka
amat wajar kalau ia tidak sabar.
begitu pula manakala matanya yang mengantuk tak kunjung memperoleh kesempatan untuk
tidur nyenyak sejenak, maka ketegangan emosinya akan menanjak. Disaat itulah jarinya yang
lentik bisa tiba-tiba membuat anak kita menjerit karena cubitannva yanq bikin sakit.


Apa artinya? Benar, seorang istri shalihah memang tak boleh bermanja-manja secara
kekanak-kanakan, apalagi sampai cengeng. Tetapi istri shalihah tetaplah manusia yang
membutuhkan penerimaan. Ia juga butuh diakui, meski tak pernah meminta kepada Anda.

Sementara gejolak-gejolak jiwa yang memenuhi dada, butuh telinga yang mau mendengar.
Kalau kegelisahan jiwanya tak pernah menemukan muaranya berupa kesediaan untuk mendengar,
atau ia tak pernah Anda akui keberadaannya, maka jangan pernah menyalahkan siapa-siapa
kecuali dirimu sendiri jika ia tiba-tiba meledak. Jangankan istri kita yang suaminya tidak
terlalu istimewa, istri Nabi pun pernah mengalami situasi-situasi yang penuh ledakan, meski
yang membuatnya meledak-ledak bukan karena Nabi Saw. tak mau mendengar melainkan
semata karena dibakar api kecemburuan. Ketika itu, Nabi Saw. hanya diam menghadapi 'Aisyah
yang sedang cemburu seraya memintanya untuk mengganti mangkok yang dipecahkan.


Alhasil, ada yang harus kita benahi dalam jiwa kita.

Ketika kita menginginkan ibu anak-anak kita selalu lembut dalam mengasuh, maka bukan
hanya nasehat yang perlu kita berikan. Ada yang lain.

Ada kehangatan yang perlu kita berikan agar hatinya tidak dingin, apalagi beku, dalam
menghadapi anak-anak setiap hari, Ada penerimaan yang perlu kita tunjukkan agar anak-anak itu
tetap menemukan bundanya sebagai tempat untuk memperoleh kedamaian, cinta dan kasih-sayang.

Ada ketulusan yang harus kita usapkan kepada perasaan dan pikirannya, agar ia masih tetap
memiliki energi untuk tersenyum kepada anak-anak kita.
Sepenat apa pun ia.


Ada lagi yang lain: pengakuan. Meski ia tidak pernah menuntut, tetapi mestikah kita menunggu
sampai mukanya berkerut-kerut.
Karenanya, marilah kita kembali ke bagian awal tulisan ini. Ketika perjalanan waktu telah
melewati tengah malam, pandanglah istri Anda yang terbaring letih itu.
lalu pikirkankah sejenak, tak adakah yang bisa kita lakukan sekedar Untuk
menqucap terima kasih atau menyatakan sayang? Bisa dengan kata yang berbunga-bunga, bisa
tanpa kata.Dan sungguh, lihatlah betapa banyak cara untuk menyatakannya. Tubuh yang letih
itu, alangkah bersemangatnya jikadi saat bangun nanti ada secangkir minuman hangat yang
diseduh dengan dua sendok teh gula dan satu cangkir cinta.

Sampaikan kepadanya ketika matanya telah terbuka, "Ada secangkir minuman hangat untuk
istriku. Perlukah aku hantarkan untuk itu?"


Sulit melakukan ini? Ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Mungkin sekedar membantunya
menyiapkan sarapan pagi untuk anak-anak, mungkin juga dengan tindakan-tindakan lain, asal tak
salah niat kita. Kalau kita terlibat dengan pekerjaan di dapur, rnemandikan anak,
atau menyuapi si mungil sebelum mengantarkannya ke TK, itu bukan karena gender-friendly;
tetapi semata karena mencari ridha Allah. Sebab selain niat ikhlas karena Allah, tak
ada artinya apa yang kila lakukan. Kita tidak akan mendapati amal-amal kita saat berjumpa
dengan Allah di yaumil-kiyamah.

Alaakullihal, apa yang ingin Anda lakukan, terserah Anda. Yang jelas, ada pengakuan untuknya,
baik lewat ucapan terima kasih atau tindakan yang menunjukkan bahwa dialah yang terkasih.

Semoga dengan kerelaan kita untuk menyatakan terima-kasih, tak ada airmata duka yang menetes
dari kedua kelopaknya. Semoga dengan kesediaan kita untuk membuka telinga baginya, tak ada
lagi istri yang berlari menelungkupkan wajah di atas bantal karena merasa tak didengar. Dan
semoga pula dengan perhatian yang kita berikan kepadanya, kelak istri kita akan
berkata tentang kita sebagaimana Bunda 'Aisyah radhiyallahu anha berucap tentang suaminya,
Rasulullah Saw., "Ah, semua perilakunya menakjubkan bagiku."


Sesudah engkau puas memandangi istrimu yang terbaring letih, sesudah engkau
perhatikan gurat-gurat penat di wajahnya, maka biarkanlah ia sejenak
untuk meneruskan istirahnya. Hembusan udara dingin yang mungkin bisa mengusik tidurnya,
tahanlah dengan sehelai selimut untuknya.

Hamparkanlah ke tubuh istrimu dengan kasih-sayang dan cinta yang tak lekang oleh perubahan,
Semoga engkau termasuk laki-laki yang mulia, sebab tidak memuliakan wanita kecuali laki-laki
yang mulia.

Sesudahnya, kembalilah ke munajat dan tafakkurmu.

Marilah kita ingat kembali ketika Rasulullah Saw. berpesan tentang istri kita. "Wahai
manusia,sesungguhnya istri kalian mempunyai hak atas kalian sebagaimana kalian
mempunyai hak atas mereka. Ketahuilah,"kata Rasulullah Saw. melanjutkan, 'kalian mengambil
wanita itu sebagai amanah dari Allah, dan kalian halalkan kehormatan mereka
dengan kitab Allah.

Takutlah lepada Allah dalam mengurus istri kalian. Aku wasiatkan atas kalian untuk selalu
berbuat baik. "

Hidup Adalah Pilihan

Ada 2 buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur.
Bibit yang pertama berkata, "Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam

di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin

membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan

kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku."

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. "Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak

tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika

kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini

pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba

untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha

untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman."

Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit
yang kedua tadi, dan mencaploknya segera.

Memang, selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada lakon-lakon yang harus kita

jalani. Namun, seringkali kita berada dalam kepesimisan, kengerian, keraguan, dan

kebimbangan- kebimbangan yang kita ciptakan sendiri. Kita kerap terbuai dengan alasan-alasan

untuk tak mau melangkah, tak mau menatap hidup. Karena hidup adalah pilihan, maka, hadapilah

Doa Seorang Suami



Seorang lelaki berdoa: "Oh Tuhan, saya tidak terima. Saya bekerja begitu keras di kantor, sementara istri saya enak-enakan di rumah. Saya ingin memberinya pelajaran, tolonglah ubahlah saya menjadi istri dan ia menjadi suami."

Tuhan merasa simpati dan mengabulkan doanya. Keesokan paginya, lelaki yang
telah berubah wujud menjadi istri tersebut terbangun dan cepat-cepat ke dapur menyiapkan sarapan. Kemudian membangunkan kedua anaknya untuk bersiap-siap ke sekolah.

Kemudian ia mengumpulkan dan memasukkan baju-baju kotor ke dalam mesin cuci. Setelah suami dan anak pertamanya berangkat, ia mengantar anaknya yang kecil ke sekolah taman kanak-kanak. Pulang dari sekolah TK, ia mampir ke pasar
untuk belanja. Sesampainya di rumah, setelah menolong anaknya ganti baju, ia
menjemur pakaian dan kemudian memasak untuk makan siang.

Selesai memasak, ia mencuci piring-piring bekas makan pagi dan peralatan yang tela h dipakai memasak. Begitu anaknya yang pertama pulang, ia makan siang bersama kedua anaknya. Tiba-tiba ia teringat ini hari terakhir membayar listrik dan telepon. Disuruhnya kedua anaknya untuk tidur siang dan cepat-cepat ia pergi ke bank terdekat untuk membayar tagihan tersebut.

Pulang dari bank ia menyetrika baju sambil nonton televisi. Sore harinya ia menyiram tanaman di halaman, kemudian memandikan anak-anak. Setelah itu
membantu mereka belajar dan mengerjakan PR. Jam sembilan malam ia sangat kelelahan dan tidur terlelap. Tentu masih banyak pekerjaan-pekerjaan kecil lainnya yang belum dikerjakan. Dua hari menjalani peran sebagai istri ia tak tahan lagi. Sekali lagi ia berdoa, "Ya Tuhan, ampuni aku. Ternyata aku salah. Aku tak kuat lagi menjalani peran sebagai istri. Tolong kembalikan aku menjadi suami lagi." Tuhan menjawab: "Bisa saja. Tapi kamu harus menunggu sembilan bulan, karena saat ini kamu sedang hamil."

Makanya jangan suka meremehkan dan merendahkan seorang istri....
wakakkakkakkakkaa......

Killer Statement

Ada sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain. Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement. Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa. Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima. Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka. Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya
\ndengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku \u003cbr\>\ndijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan \u003cbr\>\nkalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat \u003cbr\>\nmenjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya \u003cbr\>\nsenilai US$130. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nPerhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan \u003cbr\>\nterbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer \u003cbr\>\nstatement yang diterimnya. Karena, beberapa saat setelah komiknya \u003cbr\>\ndibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa \u003cbr\>\nmenebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan \u003cbr\>\nterbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKomik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya \u003cbr\>\nmenjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, \u003cbr\>\npenciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman \u003cbr\>\nmenjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh \u003cbr\>\npenciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan \u003cbr\>\nkemiskinan. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nUntungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari \u003cbr\>\npublik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan \u003cbr\>\ndengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya \u003cbr\>\nDetective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau \u003cbr\>\nkita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang \u003cbr\>\ntelah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama \u003cbr\>\nShuster dan Siegel. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nPembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer \u003cbr\>\nstatement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer \u003cbr\>\nstatement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi \u003cbr\>\ndampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini \u003cbr\>\ndiucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang \u003cbr\>\nmendengarnya. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nTip penting \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nUntuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati ",1]
);
//-->
dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130. Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimnya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa. Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan. Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel. Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya. Tip penting Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati
\ndengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak \u003cbr\>\nkita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer \u003cbr\>\nstatement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa \u003cbr\>\npertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik \u003cbr\>\nseseorang. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKarena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi \u003cbr\>\nmood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa \u003cbr\>\ntidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari \u003cbr\>\nmenggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer \u003cbr\>\nstatement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan \u003cbr\>\nanti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang \u003cbr\>\nkita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah \u003cbr\>\nmengatakan killer statement itu kepada kita. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nDalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu \u003cbr\>\nlatihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan \u003cbr\>\npositif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan \u003cbr\>\nhal yang buruk kepada Anda. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nMenariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang \u003cbr\>\npenyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk \u003cbr\>\njuri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan \u003cbr\>\nakhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini \u003cbr\>\nmemberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. \u003cbr\>\nYang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah \u003cbr\>\nmenjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi \u003cbr\>\nseorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa \u003cbr\>\nberhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang \u003cbr\>\nartis dan bintang penyanyi tua ini. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nSungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus \u003cbr\>\nmengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-\u003cbr\>\nkata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan ",1]
);
//-->
dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang. Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita. Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk kepada Anda. Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini. Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan
\nsampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat \u003cbr\>\norang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya \u003cbr\>\nmasalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. \u003cbr\>\nJangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.\u003cbr\>\n\u003cbr\>\nSumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin\u003c/p\>\n\n\u003cspan width\u003d\"1\"\>\u003c/span\>\n\u003c/p\>\n \u003c/div\> \n\n \n \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\>__._,_.___\u003c/span\>\n \n \u003cdiv\>\n \u003cspan\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/message/980;_ylc\u003dX3oDMTMzb3BmZmk5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRtc2dJZAM5ODAEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4BHRwY0lkAzk4MA--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n Messages in this topic \u003c/a\> (\u003cspan\>1\u003c/span\>)\n \u003c/span\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/post;_ylc\u003dX3oDMTJwczBlaGM5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRtc2dJZAM5ODAEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4?act\u003dreply&messageNum\u003d980\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n \u003cspan\>\n Reply \u003c/span\> (via web post)\n \u003c/a\> | \n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/post;_ylc\u003dX3oDMTJmcmprdTlhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODcxNTY5MTg-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n Start a new topic \u003c/a\>\n \u003c/div\> \n \n \n \u003cdiv\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/messages;_ylc\u003dX3oDMTJmMGRsMWk3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExODcxNTY5MTg-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>Messages\u003c/a\> \n | \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/files;_ylc\u003dX3oDMTJnYWhnaTY0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>",1]
);Killer StatementAda sebuah istilah komunikasi negatif dalam Kecerdasan Emosional yang disebut killer statement. Apa itu killer statement? Gampangnya, killer statement itu adalah segala bentuk pernyataan kita yang kita keluarkan, sadar maupun tidak, tetapi melukai dan mampu merusak mental maupun semangat orang lain. Jenis-jenis killer statement ini, tanpa sadar kita dengar setiap hari, atau barangkali tanpa sadar kita keluarkan dengan maksud bercanda, memotivasi, tapi justru merusak. Nah, kalimat-kalimat perusak jiwa yang menghasilkan perasaan yang negatif pada diri seseorang itulah yang seringkali kita sebut killer statement. Menariknya, sejarah dunia komik pun pernah mencatat akibat buruk dari killer statement yang pernah diterima oleh dua anak bernama Jerry Siegel dan Joe Shuster. Kisahnya begini. Di masa depresi yang melanda Amerika pada 1933, Jeery Siegel mempunyai ide menciptakan seorang tokoh pahlawan anak-anak yang mempunyai kemampuan luar biasa. Tenaganya lebih kuat dari besi, bisa terbang dan asalnya dari planet lain. Maka, bersama dengan temannya yakni Joe Shuster yang pandai melukis, diciptakanlah untuk pertama kalinya gambaran manusia baja tersebut. Tetapi gambaran komik manusia super itu tidaklah begitu menarik. Kecaman dan kritikan diterima. Selama enam tahun berturut-turut komiknya pun ditolak sana-sini. Hingga akhirnya, puncak kehancuran mental Siegel dan Shuster terjadi saat mereka mendengar ada editor dari Detective Comics yang membutuhkan komik strips. Lantas mereka pun mencoba menjual kepada mereka. Tapi, saat membuka-buka dan menlihat gambaran komik mereka, para editor pun tertawa dan berkata, "Wah, nggak akan ada yang percaya
\ndengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku \u003cbr\>\ndijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan \u003cbr\>\nkalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat \u003cbr\>\nmenjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya \u003cbr\>\nsenilai US$130. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nPerhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan \u003cbr\>\nterbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer \u003cbr\>\nstatement yang diterimnya. Karena, beberapa saat setelah komiknya \u003cbr\>\ndibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa \u003cbr\>\nmenebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan \u003cbr\>\nterbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKomik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya \u003cbr\>\nmenjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, \u003cbr\>\npenciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman \u003cbr\>\nmenjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh \u003cbr\>\npenciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan \u003cbr\>\nkemiskinan. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nUntungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari \u003cbr\>\npublik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan \u003cbr\>\ndengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya \u003cbr\>\nDetective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau \u003cbr\>\nkita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang \u003cbr\>\ntelah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama \u003cbr\>\nShuster dan Siegel. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nPembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer \u003cbr\>\nstatement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer \u003cbr\>\nstatement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi \u003cbr\>\ndampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini \u003cbr\>\ndiucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang \u003cbr\>\nmendengarnya. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nTip penting \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nUntuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati ",1]
);
//-->
dengan ide komik seperti ini. Gambarnya murahan dan tak mungkin laku dijual". Maka, karena sudah terlalu frustrasi dengan penolakan dan kalimat yang menghancurkan itu, Shuster dan Siegel akhirnya sepakat menjual komik serta segala hak ciptanya kepada Detective Comics hanya senilai US$130. Perhatikan baik-baik, hanya seharga US$130 ! Tapi, itulah kesalahan terbesar Siegel dan Shuster akibat terlalu mendengarkan killer statement yang diterimnya. Karena, beberapa saat setelah komiknya dibeli, karakter komiknya ternyata menjadi pujaan. Anda pasti bisa menebak. Itulah tokoh Superman, manusia Krypton dengan kemampuan terbang, penglihatan super serta kekuatan fisik yang luar biasa. Komik Superman menjadi begitu laris, hingga difilmkan, karakternya menjadi tokoh idola anak-anak. Sementara Shuster dan Siegel, penciptanya yang pertama, hanya bisa gigit jari. Tokoh Superman menjadi populer dan meraup keuntungan miliaran dolar AS. Tapi tokoh penciptanya hanya mendapat US$130, bahkan hidup dalam utang dan kemiskinan. Untungnya, pada 1975 setelah mendapatkan tekanan bertubi-tubi dari publik yang menganggap Detective Comics tidak berperikemanusiaan dengan membiarkan pencipta Superman hidup dalam miskin, akhirnya Detective Comics sepakat memberikan jaminan finansial. Tetapi, kalau kita melihat kembali, itulah harga dari sebuah killer statement yang telah menghancurkan karir dan kehidupan dua orang bocah bernama Shuster dan Siegel. Pembaca, kisah ini kiranya membuat kita sadar akan bahaya dari killer statement dalam hubungan interpersonal kita. Memang, kadang killer statement ini diucapkan tidak dengan intensi yang negatif, tapi dampaknya, sungguh merusak! Namun, bisa juga killer statement ini diucapkan dengan maksud khusus untuk menjatuhkan mental orang yang mendengarnya. Tip penting Untuk itu, ada beberapa tip penting bagi kita. Pertama, hati-hati
\ndengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak \u003cbr\>\nkita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer \u003cbr\>\nstatement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa \u003cbr\>\npertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik \u003cbr\>\nseseorang. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKarena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi \u003cbr\>\nmood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa \u003cbr\>\ntidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari \u003cbr\>\nmenggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nKedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer \u003cbr\>\nstatement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan \u003cbr\>\nanti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang \u003cbr\>\nkita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah \u003cbr\>\nmengatakan killer statement itu kepada kita. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nDalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu \u003cbr\>\nlatihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan \u003cbr\>\npositif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan \u003cbr\>\nhal yang buruk kepada Anda. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nMenariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang \u003cbr\>\npenyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk \u003cbr\>\njuri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan \u003cbr\>\nakhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini \u003cbr\>\nmemberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. \u003cbr\>\nYang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah \u003cbr\>\nmenjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi \u003cbr\>\nseorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa \u003cbr\>\nberhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang \u003cbr\>\nartis dan bintang penyanyi tua ini. \u003cbr\>\n\u003cbr\>\nSungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus \u003cbr\>\nmengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-\u003cbr\>\nkata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan ",1]
);
//-->
dengan killer statement yang mungkin kita ucapkan baik kepada anak kita, pasangan hidup kita, rekan kerja maupun bawahan kita. Killer statement ini menunjukkan bahwa kalimat yang diucapkan tanpa pertimbangan, bisa membunuh potensi, kemampuan maupun karakter baik seseorang. Karena itu, kalaupun Anda sedang stress, sedang tidak dalam kondisi mood untuk bicara, merasa tidak puas dengan hasilnya, ataupun merasa tidak suka dengan apa yang Anda saksikan, usahakan untuk menghindari menggunakan kalimat yang bernada menghancurkan atau mencela. Kedua, kita sendiri sebagai orang yang akan dan biasa menerima killer statement dari orang-orang di sekitar kita, lebih baik kita siapkan anti virus bagi kita sendiri. Anti virus ini berisi kalimat lain yang kita ucapkan pada diri kita sendiri, meskipun orang lain sudah mengatakan killer statement itu kepada kita. Dalam workshop Kecerdasan Emosional yang kami lakukan, salah satu latihan yang kami berikan adalah dengan menggunakan kalimat penguatan positif yang cepat menetralkan meskipun orang lain telah mengatakan hal yang buruk kepada Anda. Menariknya, juga di salah satu acara kontes menyanyi, ada seorang penyanyi kodang yang sudah tua, tapi diundang menjadi tamu untuk juri. Saat itu ada seorang penyanyi yang mendapat penilaian buruk dan akhirnya tersingkir. Saat sebelum mundur, si penyanyi tua ini memberikan nasihat, "Jangan pedulikan hasil penilaian ini buatmu. Yang penting adalah kuatkanlah dirimu terus. Sayapun tidak pernah menjuarai kontes menyanyi, toh dengan kegigihan, saya bisa menjadi seorang penyanyi. Teruslah berlatih dan buktikan dirimu bisa berhasil". Wow, mata saya berkaca-kaca mendengar motivasi dari sang artis dan bintang penyanyi tua ini. Sungguh suatu kata-kata penguatan yang luar biasa. Andapun harus mengatakan hal yang sama kepada diri Anda, saat Anda diberikan kata-kata negatif ataupun killer statement. Ingatlah pembaca, jangan
\nsampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat \u003cbr\>\norang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya \u003cbr\>\nmasalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. \u003cbr\>\nJangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.\u003cbr\>\n\u003cbr\>\nSumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin\u003c/p\>\n\n\u003cspan width\u003d\"1\"\>\u003c/span\>\n\u003c/p\>\n \u003c/div\> \n\n \n \u003cspan width\u003d\"1\" style\u003d\"color:white\"\>__._,_.___\u003c/span\>\n \n \u003cdiv\>\n \u003cspan\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/message/980;_ylc\u003dX3oDMTMzb3BmZmk5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRtc2dJZAM5ODAEc2VjA2Z0cgRzbGsDdnRwYwRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4BHRwY0lkAzk4MA--\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n Messages in this topic \u003c/a\> (\u003cspan\>1\u003c/span\>)\n \u003c/span\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/post;_ylc\u003dX3oDMTJwczBlaGM5BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRtc2dJZAM5ODAEc2VjA2Z0cgRzbGsDcnBseQRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4?act\u003dreply&messageNum\u003d980\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n \u003cspan\>\n Reply \u003c/span\> (via web post)\n \u003c/a\> | \n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/post;_ylc\u003dX3oDMTJmcmprdTlhBF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNudHBjBHN0aW1lAzExODcxNTY5MTg-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>\n Start a new topic \u003c/a\>\n \u003c/div\> \n \n \n \u003cdiv\>\n \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/messages;_ylc\u003dX3oDMTJmMGRsMWk3BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNtc2dzBHN0aW1lAzExODcxNTY5MTg-\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>Messages\u003c/a\> \n | \u003ca href\u003d\"http://groups.yahoo.com/group/MotivasiIndonesia/files;_ylc\u003dX3oDMTJnYWhnaTY0BF9TAzk3MzU5NzE0BGdycElkAzE3ODM2NzE4BGdycHNwSWQDMTcwNTAwMDIzNgRzZWMDZnRyBHNsawNmaWxlcwRzdGltZQMxMTg3MTU2OTE4\" target\u003d\"_blank\" onclick\u003d\"return top.js.OpenExtLink(window,event,this)\"\>",1]
);
//-->
sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin
//-->
sampai potensi dan kemampuan Anda dirusak oleh kata-kata dari kalimat orang yang tidak bertanggung jawab. Merekalah yang sebenarnya punya masalah dengan diri mereka. Jangan biarkan mereka merusak diri Anda. Jangan biarkan mereka mencuri mimpi Anda.Sumber: Killer Statement oleh Anthony Dio Martin

Sepuluh Cara Mudah Mencerdaskan Emosi Anda


Sepuluh Cara Mudah Mencerdaskan Emosi Anda

Saya kok merasa agak gimana gitu ya. Soalnya, Saya lupa dari mana sumbernya tips ini. Tapi menurut Saya, akan sangat bermanfaat bagi kita semua jika Saya berbagi tips ini dengan Anda. Berikut ini adalah 10 tips yang cukup sederhana untuk memuluskan jalan Anda menuju keberhasilan dan kesuksesan. 10 tips ini adalah tips-tips yang terbilang mudah untuk dilatih dan diimplementasikan. Seingat Saya, semuanya powerful dan sangat membantu untuk kepentingan stabilitas emosi di tengah cuaca dan musim yang gak karuan seperti sekarang.

MULAILAH DENGAN CERDAS LITERASI
Maxudnya, perkayalah vocabulary emosi Anda dengan berbagai kata-kata yang erat hubungannya dengan perasaan. Menurut sejumlah sumber, daftar "perasaan" itu ada sekitar 200-an kosa kata.
Kemudian, biasakanlah mengatakannya secara eksplisit atau implisit, dalam cara yang "gue banget". Berilah label pada perasaan Anda dan bukan pada orang atau situasinya.

Gunakanlah kata-kata perasaan se-spesifik mungkin. "Aku ngerasa udah nggak sabar nih."

bukan

"Ini udah keterlaluan."


"Ndengerin kamu, aku kok merasa sakit hati ya."

bukan

"Kamu emang nggak sensitif deh." "Heehh... gua jadi ngeri nih!"


bukan
"Elu nyupir udah kayak oran gila!" "Saya kok merasa tidak enak hati ya," bukan seperti kalimat pertama Saya di atas.


Dengan cerdas emosi secara literasi, Anda akan menjadi lebih mudah memahami, menyelami, dan mengontrol emosi Anda pribadi.

BEDAKAN PIKIRAN DARI PERASAAN

Pikiran: "Saya merasa seperti..." "Saya merasa seolah-olah..." "Saya merasa bahwa..." Perasaan: "Saya merasa..." Gunakan secara langsung kata-kata perasaan yang terkait dengan perasaan Anda.
Hilangkan kata penghubungnya. Dengan lebih mampu membedakan pikiran dari perasaan, Anda akan menjadi lebih yakin dengan berbagai jawaban, inspirasi, keputusan dan tindakan Anda sendiri.

BERTANGGUNGJAWABLAH UNTUK PERASAAN ANDA

"Aku merasa cemburu." bukan "Engkau membuatku cemburu." Yang cemburu adalah diri Anda sendiri. Yang menciptakan perasaan cemburu adalah emosi Anda sendiri. Bukan orang lain, bukan situasi atau keadaan.
"Saya merasa marah karena perbuatan kamu!"
Bukan
"Perbuatan kamu membuat Saya marah!" Yang marah adalah diri Anda sendiri. Yang menciptakan kemarahan adalah emosi Anda sendiri. Bukan orang lain, bukan situasi atau kejadian. Dengan bisa bertanggungjawab untuk emosi Anda, Anda akan lebih independen, lebih mandiri, dan lebih percaya diri.

GUNAKAN PERASAAN UNTUK MENGAMBIL KEPUTUSAN
Tips yang satu ini bisa cukup berbahaya. So untuk latihan awal, sebaiknya Anda TIDAK KELUAR dari kerangka berikut ini. "Apa yang akan Saya rasakan jika Saya melakukan ini?" "Apa yang akan Saya rasakan jika Saya tidak melakukannya?" Dengan terlatih jernih dalam melibatkan perasaan di dalam mengambil keputusan, Anda akan terlatih lebih baik untuk mengambil keputusan dalam cara yang lebih presisi. Intuisi Anda akan bisa diandalkan dan tidak akan menyesatkan. Tips keputusan berbasis intuisi ini bisa membantu Anda.

DEMONSTRASIKAN PENGHARGAAN TERHADAP PERASAAN ORANG
Bukan hanya menghargai, tapi lebih dari itu demonstrasikanlah penghargaan Anda terhadap perasaan orang lain. "Apa perasaan kamu kalo aku pilih yang ini?" "Apa perasaan Anda jika Saya tidak melakukannya?" Dengan menghargai emosi orang lain, orang lain juga akan menghargai emosi Anda. Dengan mendemosntrasikannya kepada orang lain, orang lain juga akan mendemonstrasikannya untuk Anda.

FEEL THE ENERGY NOT THE ANGRY

Manfaatkanlah apa yang disebut orang dengan "marah", sebagai alat bantu dan motivasi untuk bertindak produktif. Belajarlah untuk mahir memisahkan "sebab kemarahan" dari "energi kemarahan". Saat Anda berhasil, Anda bisa melupakan sebabnya dan memanfaatkan energinya. Cara yang mudah adalah dengan menjadikan apa yang pasti pernah Anda katakan ini menjadi sebuah skill. Sadarilah saat Anda mengatakannya. Latihlah mengatakannya dalam konteks positif. "Awas ya..." "Liat nanti..." "Pada suatu saat..." "Liat gue dua tahun lagi..." Tempatkanlah ungkapan di atas dalam kerangka positive thinking, supaya energinya juga positif. Dengan mampu mengelola energi emosi, Anda akan mendapatkan "turbo charge" untuk perjalanan Anda menuju sukses. Emosi Anda tidak lagi destruktif, ia telah menjadi bahan bakar. Tips ini emosi mungkin bisa mengingatkan Anda kembali.

VALIDASI PERASAAN ORANG

Bukan hanya penghargaan, tapi juga tunjukkan bahwa perasaan orang lain itu memang "ada". Tunjukkan empati, simpati, pengertian, dan
PENERIMAAN akan keberadaan perasaan orang lain. Latihlah kemampuan ber-empati dan ber-simpati Anda. Jika Anda bisa menemukan bahwa emosi orang lain memang ada, maka mereka juga akan menemukan bahwa emosi Anda pun ada.

AMBIL NILAI POSITIF DARI BERBAGAI EMOSI

Latihlah paket-paket pertanyaan ini. "Bagaimana rasanya?" dan "Apa yang bisa membuat Saya merasa lebih baik?" "Bagaimana perasaan Anda?" dan "Apa yang bisa membuat Anda merasa lebih baik?" Dengan terbiasa mengambil nilai positif, Anda akan makin pandai "menyamankan" perasaan Anda. Dengan perasaan yang nyaman, Anda akan bisa berjalan dengan melenggang.

BELAJARLAH MENDENGAR DENGARLAH dengan EMPATI tanpa PENGHAKIMAN.

Mendengar, adalah keahlian yang paling sulit untuk dikuasai. Dengan kemampuan mendengar yang lebih baik, orang lain akan lebih mendengarkan Anda. Tips mendengar ini bisa membantu Anda.

HINDARI MEREKA DAN APA YANG MENYIKSA PERASAAN ANDA

Tentu saja, ini tidak bisa selalu Anda lakukan, tapi setidaknya, kurangilah kebersamaan Anda bersama mereka. Atau, cobalah berbagai cara agar Anda tidak berada di bawah kekuasaan psikologis mereka. Cara yang paling tokcer, adalah "balas kejahatan dengan kebaikan." Dan dalam banyak hal, Anda pasti lebih mudah melakukannya.
Dengan pilihan ini, Anda malah tidak menghindar tapi menghadapi dengan tenang. Alias, bersabar.
Menerima kiriman spam? Ya tinggal dihapus saja, nggak perlu marah. Diejek orang? Senyum aja, walaupun kecut.


Ikhwan Sopa.

Kekuatan berpikir positif

Norman Vincent Peale adalah Penulis buku “The Power of Positive Thinking 
Suatu ketika seorang pria menelepon Norman Vincent Peale. Ia tampak sedih. Tidak ada lagi yang dimilikinya dalam hidup ini. Norman mengundang pria itu untuk datang ke kantornya.
"Semuanya telah hilang. Tak ada harapan lagi," kata pria itu. "Aku sekarang hidup dalam kegelapan yang amat dalam. Aku telah kehilangan hidup ini

Norman Vincent Peale, penulis buku "The Power of Positive Thinking", tersenyum penuh simpati. "Mari kita pelajari keadaan anda," katanya Norman dengan lembut. 

Pada selembar kertas ia menggambar sebuah garis lurus dari atas ke bawah tepat di tengah-tengah halaman. 
Ia menyarankan agar pada kolom kiri pria itu menuliskan apa-apa yang telah hilang dari hidupnya. 
Sedangkan pada kolom kanan, ia menulis apa-apa yang masih tersisa. 
"Kita tak perlu mengisi kolom sebelah kanan," kata pria itu tetap dalam kesedihan. 
 "Aku sudah tak punya apa-apa lagi." 
"Lalu kapan kau bercerai dari istrimu?" tanya Norman. 
"Hei, apa maksudmu? Aku tidak bercerai dari istriku. Ia amat mencintaiku!"
"Kalau begitu bagus sekali," sahut Norman penuh antusias. 
"Mari kita catat itu sebagai nomor satu di kolom sebelah kanan "Istri yang amat mencintai". Nah, sekarang kapan anakmu itu masuk penjara?" 
"Anda ini konyol sekali. Tak ada anakku yang masuk penjara!"
"Bagus! Itu nomor dua untuk kolom sebelah kanan "Anak-anak tidak berada dalam penjara." kata Norman sambil menuliskannya di atas kertas tadi.

Setelah beberapa pertanyaan dengan nada yang serupa, akhirnya pria itu menangkap apa maksud Norman dan tertawa pada diri sendiri. 
"Menggelikan sekali. Betapa segala sesuatunya berubah ketika kita berpikir dengan cara seperti itu," katanya. 

Kata orang bijak, bagi hati yang sedih lagu yang riang pun terdengar memilukan. 
Sedangkan orang bijak lain berkata, sekali pikiran negatif terlintas dipikiran, duniapun akan terjungkir balik

....... Maka mulailah hari dengan selalu berfikir positif.....

Anak Kerang

ANAK KERANG

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek. 


"Anakku," kata sang ibu sambil bercucuran air mata, "Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tangan pun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu. Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam." "Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat", kata ibunya dengan sendu dan lembut.

Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia
bertahan, bertahun-tahun lamanya. Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar.


Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.


Penderitaannya berubah menjadi mutiara ; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.


****


Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang luar biasa". Karena itu dapat dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa"
menjadi "orang luar biasa".


Banyak orang yang mundur saat berada di lorong transendental tersebut, karena mereka tidak tahan dengan cobaan yang mereka alami.


Ada dua pilihan sebenarnya yang bisa mereka masuki : menjadi `kerang biasa' yang disantap orang, atau menjadi `kerang yang menghasilkan


mutiara'. Sayangnya, lebih banyak orang yang mengambil pilihan pertama, sehingga tidak mengherankan bila jumlah orang yang sukses lebih sedikit dari orang yang `biasa-biasa saja'.


So.. mungkin saat ini kamu sedang mengalami penolakan, kekecewaan, patah hati, atau terluka krn orang2 disekitar kamu..cobalah utk tetap tersenyum dan tetap berjalan di lorong tersebut, dan sambil katakan didalam hatimu.. "Airmataku diperhitungkan Tuhan..dan penderitaanku ini akan mengubah diriku menjadi mutiara2..."